Menu ✖

Mode Gelap
Usung Program “Polisi Bersama Masyarakat”, Kapolri Suyudi Janji Hadir Lebih Cepat dan Dekat Pengucapan Sumpah Jabatan Ketua dan Anggota Ombudsman RI di Hadapan Presiden Prabowo Kaperwil Sumut Koran-Prabowo.com Tegaskan Kesetiaan Tanpa Syarat untuk Presiden Prabowo di Tengah Badai Provokasi Dibalik Profit Naik Tajam 90,3%, PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Diduga Anggaran Investasi Mengalir Pada Praktek Curang Proyek Cor Jalan PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Ratusan Juta Rupiah, Praktek Penggelapan Dana Gaji Karyawan Terstruktur dan Sistematis Gebrakan Rico Waas Tangkal Banjir Medan: Proyek 90 Hari Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Sementara

Berita

“Biar Gampang Sikat Mafia!” Ketua Elang 3 Hambalang Riau Dorong Kenaikan Pangkat Dirjen Bea Cukai

badge-check

“Biar Gampang Sikat Mafia!” Ketua Elang 3 Hambalang Riau Dorong Kenaikan Pangkat Dirjen Bea Cukai Perbesar

RIAU – KORAN-PRABOWO.COM

Ketua Elang 3 Hambalang Riau, Pebriyan Winaldi, melontarkan gagasan berani. Ia mengusulkan agar Dirjen Bea dan Cukai dinaikkan pangkatnya menjadi setara jenderal bintang empat, demi memperkuat kewenangan dalam memberantas praktik mafia yang selama ini diduga merugikan negara, khususnya di sektor rokok dan tekstil.

Menurut Pebriyan, langkah ini penting untuk memperkuat posisi Bea Cukai di lapangan agar tidak mudah diintervensi atau diintimidasi oleh pihak-pihak yang memiliki kekuatan ekonomi dan politik besar.

“Kalau Dirjen Bea Cukai sudah bintang empat, biar gampang sikat beking mafia. Selama ini banyak kebocoran di rokok dan tekstil. Itu semua ujung-ujungnya merugikan rakyat dan negara,” tegas Pebriyan di Riau, Senin (20/10/2025).

Ia juga menyerukan agar Kementerian Pertahanan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto turut mendukung penguatan lembaga Bea dan Cukai, baik dalam hal struktur, moral, maupun personel lapangan.

“Kapan perlu, militer merah putih perkuat lagi personel Bea Cukai. Biar makin solid dan disegani. Negara harus bangkit, jangan sampai terus bocor di depan mata,” ujarnya.

Pernyataan ini mendapat sorotan karena menyentuh isu sensitif soal kebocoran penerimaan negara dari sektor cukai dan impor barang tekstil ilegal yang selama ini disebut-sebut menjadi salah satu sumber kerugian fiskal terbesar.

Pebriyan menegaskan, usulannya bukan soal pangkat semata, melainkan simbol penguatan wibawa negara dalam menghadapi jaringan ekonomi gelap yang kerap dilindungi kepentingan tertentu.

“Negara harus kuat di lapangan. Kalau penegak di bawah lemah, mafia makin berani. Sudah saatnya pemerintah gaspol demi rakyat,” pungkasnya.

Dengan gaya bicara tegas dan nasionalis, Pebriyan berharap gagasan ini menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk mereformasi sistem pengawasan Bea dan Cukai serta menutup celah-celah kebocoran penerimaan negara yang selama ini menggerogoti APBN.***MDn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Usung Program “Polisi Bersama Masyarakat”, Kapolri Suyudi Janji Hadir Lebih Cepat dan Dekat

2 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Pengucapan Sumpah Jabatan Ketua dan Anggota Ombudsman RI di Hadapan Presiden Prabowo

2 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Kaperwil Sumut Koran-Prabowo.com Tegaskan Kesetiaan Tanpa Syarat untuk Presiden Prabowo di Tengah Badai Provokasi

2 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dibalik Profit Naik Tajam 90,3%, PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Diduga Anggaran Investasi Mengalir Pada Praktek Curang Proyek Cor Jalan

16 September 2026 - 17:25 WIB

PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Ratusan Juta Rupiah, Praktek Penggelapan Dana Gaji Karyawan Terstruktur dan Sistematis

16 September 2026 - 16:14 WIB

Trending di Berita