SIMALUNGUN – SUMATERA UTARA
Sangat disayangkan, begitu semangatnya direktur utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K.Santosa bekerja dengan terobosan terobosan baru demi mencapai profit, harus tercoreng dengan kelakuan pihak – pihak yang sengaja mencari keuntungan lebih dari anggaran investasi di PTPN IV PalmCo Regional II.(17/09/2026)
Temuan atas pengerjaan cor jalan di PTPN IV PalmCo Regional II Kebun Bukit Lima sangat membuat miris. Bukan hanya tidak sesuai Speksifikasi Kontrak kerja dan Kerangka Acuan Kerja yang disepakti antara vendor dengan PTPN IV Regional II, lebih miris lagi campuran pada bidang cor jalan diisi oleh bahan tanah dan atau gumpalan tanah.
Hal temuan ini sudah coba dikonfirmasi kepada manager kebun Bukit Lima Mugiyanto. Menurut manager, memang sepertinya anggotanya kurang aktif dalam pengawasan waktu cor jalan dilaksanakan vendor dan untuk kedepan hal ini akan disampaikan ke bagian teknik kantor pusat regional II.
Dari hasil amatan awak media di lokasi proyek cor jalan di areal kebun Bukit Lima, ditemukan bahwa pengerjaan tidak sesuai dengan spek teknis dan kerangka acuan kerja (KAK) ditambah lagi ditemuan didalam bidang cor ditimbun gumpalan tanah dan selanjutnya ditutup dengan campuran semen. Menurut KAK, item pengecoran dengan campuran dasar 5cm k.100 dan 15cm k.225. dengan besi di atas cor dasar k.100. Tetapi ditemukan dilakukan satu kali cor dengan ketebalan 17 cm hingga 21 cm dan di dalam cor berisi gumpalan tanah.
Dari hasil temuan ini, terindikasi PTPN IV PalmCo merugi dimana anggaran investasi tidak diterima sesuai dengan target yang dianggarkan yang selanjutnya berpengaruh pada mutu cor dan juga daya tahan cor jalan dimaksud.
Dibalik profit naik tajam 90,3% pada pembukuan 2025, sudah selayaknya dirut PTPN IV PalmCo mengevaluasi kinerja bawahannya demi menjaga aliran – aliran kerugian yang seharusnya tidak terjadi dan dapat mendongkrak profit ke tahun kedepannya.
Team








