KALBAR – KORAN-PRABOWO.COM
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah untuk memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peninjauan ini dilakukan merespons kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena El Nino yang cukup ekstrem tahun ini.
Selain Kalimantan Barat dan Tengah, pemerintah juga menaruh perhatian penuh pada wilayah terdampak lainnya, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Keputusan Strategis Penanganan di Lapangan
Berdasarkan hasil rapat koordinasi di Posko Aju Penanganan Karhutla, Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan pengiriman bantuan alat dan tenaga operasional. Dukungan yang segera dikerahkan meliputi:
Armada Udara: Tambahan helikopter untuk operasi waterbombing.
Peralatan Pompa: Distribusi pompa air dan pompa khusus untuk sumur bor.
Dukungan Darat: Penambahan armada kendaraan operasional pemadaman.
Tenaga Bantuan: Peningkatan jumlah personel di lapangan.
Penanganan Masyarakat Terdampak
Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas kepada pemerintah provinsi dan seluruh jajaran terkait. Keselamatan warga adalah prioritas utama, sehingga setiap masyarakat yang terdampak karhutla harus dipastikan mendapatkan penanganan yang sebaik-baiknya.
Apresiasi untuk Petugas dan Relawan
Kepala Negara turut menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras siang dan malam memadamkan api. Mensesneg menyebutkan unsur-unsur yang terlibat, antara lain:
TNI dan Polri
BNPB dan BMKG
Manggala Agni dan Kementerian Kehutanan
Seluruh relawan masyarakat
Fokus pada Edukasi dan Pencegahan
Selain operasi pemadaman, Presiden menekankan pentingnya tindakan preventif agar titik api baru tidak bermunculan. Pemerintah diinstruksikan untuk terus melakukan edukasi tanpa henti hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Warga diimbau untuk menghindari segala aktivitas yang dapat memicu api, karena di tengah cuaca yang sangat kering ini, api dapat dengan cepat membesar dan merugikan s
emua pihak.
(Sumber: BPMI Setpres)







