Menu

Mode Gelap
Tak Perlu Jauh ke Disdukcapil! Warga Medan Sunggal Kini Berbondong-bondong Urus KTP di Kecamatan PTPN IV REG. II Selamat dari Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Temuan DPP TOPAN – RI Atas Perbuatan Curang Vendor Pengadaan Alloy Stik Terbukti Sambut HUT ke-24 Nagan Raya, Kemenag Ajak Masyarakat Hadiri Doa dan Zikir Bersama Diduga ‘Terima Jatah’ Dan Jadi Back Up Aktivitas Ilegal, Mahasiswa Minta Inspektorat Dan Kejari Kampar Periksa Kades Padang Mutung Polemik Sawit di Padang Mutung Berujung Fitnah, Warga Ungkap Rapat Di Kantor Desa Diduga Diinisiasi Oknum-oknum Mafia Yang takut Disorot Polda Edukasi Kebencanaan BPBD Kota Medan di MPLS SMPN 18 Medan

Berita

Dari Kampar untuk Umat, Tangan Sunyi Pebriyan Winaldi Menghidupkan Harapan 119 Guru dan 50 Anak Yatim

badge-check

Dari Kampar untuk Umat, Tangan Sunyi Pebriyan Winaldi Menghidupkan Harapan 119 Guru dan 50 Anak Yatim Perbesar

KAMPAR – KORAN-PRABOWO.COM

Tengah riuhnya janji dan wacana, langkah nyata kembali ditunjukkan oleh Pebriyan Winaldi, Direktur PT Green Palma Riau Jaya sekaligus Ketua Elang 3 Hambalang ini memilih bergerak dalam diam, namun berdampak luas bagi masyarakat.

 

Melalui program bantuan rutin yang konsisten, sebanyak 119 guru MDTA dan 50 anak yatim di Kecamatan Kampa menerima uluran tangan yang bukan sekadar materi, melainkan juga harapan.

 

Para guru MDTA yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan agama kerap berada dalam keterbatasan. Namun di balik keterbatasan itu, mereka tetap menyalakan cahaya ilmu bagi generasi muda. Bantuan yang diberikan menjadi bukti bahwa pengabdian mereka tidak luput dari perhatian.

 

 

 

Tak hanya itu, puluhan anak yatim yang menjadi bagian dari program ini turut merasakan kehangatan kepedulian. Di tengah kerasnya realitas kehidupan, kehadiran bantuan ini menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri.

 

Pebriyan Winaldi menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen jangka panjang untuk membangun masyarakat dari akar pendidikan dan kepedulian sosial.

 

“Ini bukan tentang memberi sesaat, tetapi bagaimana kita menjaga keberlanjutan kepedulian. Guru dan anak yatim adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

 

Di saat banyak pihak masih sibuk berbicara, langkah nyata seperti ini menjadi pengingat: perubahan tidak lahir dari wacana, tetapi dari aksi yang konsisten.

 

Dan dari Kecamatan Kampa, sebuah pesan sederhana namun kuat menggema

 

bahwa kepedulian yang tulus akan selalu menemukan jalannya un

tuk memberi arti

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tak Perlu Jauh ke Disdukcapil! Warga Medan Sunggal Kini Berbondong-bondong Urus KTP di Kecamatan

20 Juli 2026 - 10:53 WIB

PTPN IV REG. II Selamat dari Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Temuan DPP TOPAN – RI Atas Perbuatan Curang Vendor Pengadaan Alloy Stik Terbukti

20 Juli 2026 - 07:42 WIB

Sambut HUT ke-24 Nagan Raya, Kemenag Ajak Masyarakat Hadiri Doa dan Zikir Bersama

18 Juli 2026 - 19:03 WIB

Diduga ‘Terima Jatah’ Dan Jadi Back Up Aktivitas Ilegal, Mahasiswa Minta Inspektorat Dan Kejari Kampar Periksa Kades Padang Mutung

18 Juli 2026 - 12:28 WIB

Polemik Sawit di Padang Mutung Berujung Fitnah, Warga Ungkap Rapat Di Kantor Desa Diduga Diinisiasi Oknum-oknum Mafia Yang takut Disorot Polda

18 Juli 2026 - 10:29 WIB

Trending di Berita