Menu

Mode Gelap
Tak Perlu Jauh ke Disdukcapil! Warga Medan Sunggal Kini Berbondong-bondong Urus KTP di Kecamatan PTPN IV REG. II Selamat dari Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Temuan DPP TOPAN – RI Atas Perbuatan Curang Vendor Pengadaan Alloy Stik Terbukti Sambut HUT ke-24 Nagan Raya, Kemenag Ajak Masyarakat Hadiri Doa dan Zikir Bersama Diduga ‘Terima Jatah’ Dan Jadi Back Up Aktivitas Ilegal, Mahasiswa Minta Inspektorat Dan Kejari Kampar Periksa Kades Padang Mutung Polemik Sawit di Padang Mutung Berujung Fitnah, Warga Ungkap Rapat Di Kantor Desa Diduga Diinisiasi Oknum-oknum Mafia Yang takut Disorot Polda Edukasi Kebencanaan BPBD Kota Medan di MPLS SMPN 18 Medan

Berita

Di Tengah Sunyi Pengabdian Guru Diniyah, Uluran Tangan Pebriyan Winaldi Menyala di Kampar

badge-check

Di Tengah Sunyi Pengabdian Guru Diniyah, Uluran Tangan Pebriyan Winaldi Menyala di Kampar Perbesar

KAMPAR – KORAN-PRABOWO.COM

Di ruang belajar sederhana Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nur Jannah, Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, suara lantunan doa anak-anak kembali terdengar dengan harapan baru. Di tempat inilah, sebuah kepedulian lahir bukan sekadar sebagai bantuan materi, melainkan sebagai pengakuan atas pengabdian panjang para guru diniyah yang selama ini mengajar dengan keikhlasan dan keterbatasan.

 

Direktur PT Green Palma Riau Jaya sekaligus Ketua Elang 3 Hambalang Riau, Pebriyan Winaldi, menyalurkan bantuan renovasi sebesar Rp5 juta untuk MDTA Nur Jannah. Bantuan itu menjadi penopang semangat bagi madrasah kecil yang telah bertahun-tahun menjadi tempat anak-anak belajar mengenal Al-Qur’an, akhlak, dan nilai kehidupan sering kali tanpa fasilitas yang memadai.

 

Tak berhenti di situ, kepedulian Pebriyan menjangkau lebih dalam. Ia memastikan adanya pemberian gaji rutin kepada guru-guru MDA, para pendidik yang selama ini mengajar bukan demi upah, melainkan karena panggilan hati. Bagi mereka, perhatian ini bukan sekadar soal angka, tetapi tentang penghargaan atas martabat dan pengabdian.

 

“Guru MDA adalah penjaga nilai dan akhlak generasi kita. Mereka mengajar dalam sunyi, sering kali tanpa sorotan, namun jasanya sangat besar,” ungkap Pebriyan dengan nada penuh empati.

 

MDTA Nur Jannah bukanlah yang pertama menerima uluran tangan tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 10 MDA di Kabupaten Kampar telah dibantu untuk renovasi, dan sekitar 50 guru MDA kini menerima gaji rutin. Program ini perlahan menjadi harapan baru di tengah keterbatasan perhatian terhadap pendidikan keagamaan nonformal.

Dengan suara yang sarat ketulusan, Pebriyan menyampaikan cita-cita besarnya ke depan.

 

“Insyaallah, ada sekitar 3.000 guru MDA di Kabupaten Kampar yang ingin kami bantu. Mohon doa masyarakat, semoga niat baik ini dimudahkan dan bisa kami jalankan secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Bagi para guru diniyah, bantuan ini adalah penguat langkah. Bagi madrasah, ia adalah napas baru. Dan bagi anak-anak Kampar, kepedulian ini menjadi cahaya kecil yang menerangi masa depan bahwa pengabdian tak selalu berjalan sendiri, dan keikhlasan tak selamanya dibiarkan sepi.***MDn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tak Perlu Jauh ke Disdukcapil! Warga Medan Sunggal Kini Berbondong-bondong Urus KTP di Kecamatan

20 Juli 2026 - 10:53 WIB

PTPN IV REG. II Selamat dari Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Temuan DPP TOPAN – RI Atas Perbuatan Curang Vendor Pengadaan Alloy Stik Terbukti

20 Juli 2026 - 07:42 WIB

Sambut HUT ke-24 Nagan Raya, Kemenag Ajak Masyarakat Hadiri Doa dan Zikir Bersama

18 Juli 2026 - 19:03 WIB

Diduga ‘Terima Jatah’ Dan Jadi Back Up Aktivitas Ilegal, Mahasiswa Minta Inspektorat Dan Kejari Kampar Periksa Kades Padang Mutung

18 Juli 2026 - 12:28 WIB

Polemik Sawit di Padang Mutung Berujung Fitnah, Warga Ungkap Rapat Di Kantor Desa Diduga Diinisiasi Oknum-oknum Mafia Yang takut Disorot Polda

18 Juli 2026 - 10:29 WIB

Trending di Berita