Menu

Mode Gelap
Tak Perlu Jauh ke Disdukcapil! Warga Medan Sunggal Kini Berbondong-bondong Urus KTP di Kecamatan PTPN IV REG. II Selamat dari Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Temuan DPP TOPAN – RI Atas Perbuatan Curang Vendor Pengadaan Alloy Stik Terbukti Sambut HUT ke-24 Nagan Raya, Kemenag Ajak Masyarakat Hadiri Doa dan Zikir Bersama Diduga ‘Terima Jatah’ Dan Jadi Back Up Aktivitas Ilegal, Mahasiswa Minta Inspektorat Dan Kejari Kampar Periksa Kades Padang Mutung Polemik Sawit di Padang Mutung Berujung Fitnah, Warga Ungkap Rapat Di Kantor Desa Diduga Diinisiasi Oknum-oknum Mafia Yang takut Disorot Polda Edukasi Kebencanaan BPBD Kota Medan di MPLS SMPN 18 Medan

Berita

Jalan Desa Rusak Bertahun-tahun, Ketua Elang 3 Hambalang Riau Perbriyan Winaldi Turun Langsung

badge-check

Jalan Desa Rusak Bertahun-tahun, Ketua Elang 3 Hambalang Riau Perbriyan Winaldi Turun Langsung Perbesar

KAMPAR – KORAN-PRABOWO.COM

Ketika pemerintah daerah sibuk dengan agenda seremonial, jalan rusak di desa justru dibiarkan bertahun-tahun tanpa sentuhan. Di tengah kelumpuhan tanggung jawab itu, Ketua Elang 3 Hambalang Riau, Perbriyan Winaldi, memilih bertindak.

 

Tanpa menunggu proyek, tanpa anggaran daerah, Perbriyan menimbun jalan rusak menggunakan uang pribadinya di Dusun IV Pinatan, Desa Kampar, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. Jalan tersebut selama ini menjadi keluhan utama warga karena rusak parah dan menghambat aktivitas ekonomi serta akses harian masyarakat.

 

Aksi ini bukan program pemerintah, bukan pula kegiatan CSR. Ini adalah inisiatif personal yang sekaligus menjadi kritik telanjang terhadap abainya negara dalam memenuhi hak dasar warga desa: jalan yang layak.

 

“Kalau menunggu anggaran, rakyat terus terjebak lumpur. Jalan ini dipakai setiap hari, tapi dibiarkan rusak terlalu lama,” tegas Perbriyan di lokasi kegiatan.

Warga menyambut langkah tersebut dengan antusias. Mereka menilai tindakan itu jauh lebih nyata dibanding deretan janji perbaikan yang tak kunjung terwujud. Bagi masyarakat Dusun IV Pinatan, penimbunan ini bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bukti bahwa kepedulian bisa berjalan ketika negara memilih diam.

 

Aksi Perbriyan sekaligus membuka pertanyaan besar: ke mana anggaran infrastruktur desa selama ini dialirkan, dan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang dibiarkan?

 

Penimbunan jalan dengan dana pribadi ini menjadi potret telanjang krisis prioritas pembangunan di Kabupaten Kampar, di mana rakyat dipaksa bergantung pada solidaritas individu karena fungsi negara tak berjalan sebagaimana mestinya.***MDn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tak Perlu Jauh ke Disdukcapil! Warga Medan Sunggal Kini Berbondong-bondong Urus KTP di Kecamatan

20 Juli 2026 - 10:53 WIB

PTPN IV REG. II Selamat dari Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Temuan DPP TOPAN – RI Atas Perbuatan Curang Vendor Pengadaan Alloy Stik Terbukti

20 Juli 2026 - 07:42 WIB

Sambut HUT ke-24 Nagan Raya, Kemenag Ajak Masyarakat Hadiri Doa dan Zikir Bersama

18 Juli 2026 - 19:03 WIB

Diduga ‘Terima Jatah’ Dan Jadi Back Up Aktivitas Ilegal, Mahasiswa Minta Inspektorat Dan Kejari Kampar Periksa Kades Padang Mutung

18 Juli 2026 - 12:28 WIB

Polemik Sawit di Padang Mutung Berujung Fitnah, Warga Ungkap Rapat Di Kantor Desa Diduga Diinisiasi Oknum-oknum Mafia Yang takut Disorot Polda

18 Juli 2026 - 10:29 WIB

Trending di Berita