Menu

Mode Gelap
Dibalik Profit Naik Tajam 90,3%, PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Diduga Anggaran Investasi Mengalir Pada Praktek Curang Proyek Cor Jalan PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Ratusan Juta Rupiah, Praktek Penggelapan Dana Gaji Karyawan Terstruktur dan Sistematis Gebrakan Rico Waas Tangkal Banjir Medan: Proyek 90 Hari Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Sementara Dinas SDABMBK Deli Serdang Kembali Lakukan Perbaikan Peningkatan Drainase Di Hamparan Perak Presiden Prabowo Bertolak ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama Tinjau Korban Gempa Nagekeo, Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal

Berita

Jalan Desa Rusak Bertahun-tahun, Ketua Elang 3 Hambalang Riau Perbriyan Winaldi Turun Langsung

badge-check

Jalan Desa Rusak Bertahun-tahun, Ketua Elang 3 Hambalang Riau Perbriyan Winaldi Turun Langsung Perbesar

KAMPAR – KORAN-PRABOWO.COM

Ketika pemerintah daerah sibuk dengan agenda seremonial, jalan rusak di desa justru dibiarkan bertahun-tahun tanpa sentuhan. Di tengah kelumpuhan tanggung jawab itu, Ketua Elang 3 Hambalang Riau, Perbriyan Winaldi, memilih bertindak.

 

Tanpa menunggu proyek, tanpa anggaran daerah, Perbriyan menimbun jalan rusak menggunakan uang pribadinya di Dusun IV Pinatan, Desa Kampar, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. Jalan tersebut selama ini menjadi keluhan utama warga karena rusak parah dan menghambat aktivitas ekonomi serta akses harian masyarakat.

 

Aksi ini bukan program pemerintah, bukan pula kegiatan CSR. Ini adalah inisiatif personal yang sekaligus menjadi kritik telanjang terhadap abainya negara dalam memenuhi hak dasar warga desa: jalan yang layak.

 

“Kalau menunggu anggaran, rakyat terus terjebak lumpur. Jalan ini dipakai setiap hari, tapi dibiarkan rusak terlalu lama,” tegas Perbriyan di lokasi kegiatan.

Warga menyambut langkah tersebut dengan antusias. Mereka menilai tindakan itu jauh lebih nyata dibanding deretan janji perbaikan yang tak kunjung terwujud. Bagi masyarakat Dusun IV Pinatan, penimbunan ini bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bukti bahwa kepedulian bisa berjalan ketika negara memilih diam.

 

Aksi Perbriyan sekaligus membuka pertanyaan besar: ke mana anggaran infrastruktur desa selama ini dialirkan, dan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang dibiarkan?

 

Penimbunan jalan dengan dana pribadi ini menjadi potret telanjang krisis prioritas pembangunan di Kabupaten Kampar, di mana rakyat dipaksa bergantung pada solidaritas individu karena fungsi negara tak berjalan sebagaimana mestinya.***MDn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dibalik Profit Naik Tajam 90,3%, PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Diduga Anggaran Investasi Mengalir Pada Praktek Curang Proyek Cor Jalan

16 September 2026 - 17:25 WIB

PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Ratusan Juta Rupiah, Praktek Penggelapan Dana Gaji Karyawan Terstruktur dan Sistematis

16 September 2026 - 16:14 WIB

Gebrakan Rico Waas Tangkal Banjir Medan: Proyek 90 Hari Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Sementara

29 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Dinas SDABMBK Deli Serdang Kembali Lakukan Perbaikan Peningkatan Drainase Di Hamparan Perak

29 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

27 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Trending di Berita