Menu

Mode Gelap
Dibalik Profit Naik Tajam 90,3%, PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Diduga Anggaran Investasi Mengalir Pada Praktek Curang Proyek Cor Jalan PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Ratusan Juta Rupiah, Praktek Penggelapan Dana Gaji Karyawan Terstruktur dan Sistematis Gebrakan Rico Waas Tangkal Banjir Medan: Proyek 90 Hari Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Sementara Dinas SDABMBK Deli Serdang Kembali Lakukan Perbaikan Peningkatan Drainase Di Hamparan Perak Presiden Prabowo Bertolak ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama Tinjau Korban Gempa Nagekeo, Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal

Daerah

Kelompok Tani Akhirnya Kuasai Lahan Jimmy: Preman Mundur, Negara Menang di Padang Mutung

badge-check

Kelompok Tani Akhirnya Kuasai Lahan Jimmy: Preman Mundur, Negara Menang di Padang Mutung Perbesar

KAMPAR — KORAN-PRABOWO.COM

Setelah berhari-hari dihadang, diintimidasi, dan diusir oleh puluhan preman bayaran, Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama akhirnya berhasil menguasai penuh lahan eks Kebun Jimmy di Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar. Momentum ini menjadi titik balik perlawanan rakyat terhadap mafia sawit yang puluhan tahun mencengkeram 1.070 hektare lahan negara tersebut.

Langkah kelompok tani sebelumnya selalu diganggu oleh pihak yang diduga terkait dengan pemilik lama kebun, Jimmy, yang disebut menurunkan ibu-ibu, pekerja lama, hingga preman dari tiga desa untuk menghadang masuknya pengelola resmi KSO dengan PT Agrinas Palma Nusantara.

Namun upaya itu runtuh pada Kamis pagi ketika kelompok tani, dengan pendampingan aparat, kembali memasuki lahan dan mempertahankan posisi mereka meski mendapat tekanan dari kelompok lawan.

“Alhamdulillah, hari ini kami resmi menguasai lahan yang selama ini dirampas. Tidak ada lagi yang bisa menghalangi rakyat berdiri di tanahnya sendiri,” tegas Arul Kampai, juru bicara kelompok tani.

Aparat Turun Tangan, Preman Mundur

Situasi yang sempat memanas mereda setelah jajaran Polres Kampar mempertegas posisi hukum bahwa lahan tersebut sudah disita negara dan diserahkan melalui KSO yang sah.

Kelompok preman yang sebelumnya berjaga dengan bayaran Rp1 juta per minggu akhirnya mundur dari lokasi, membuka jalan bagi kelompok tani melanjutkan perawatan kebun.

Arul menyatakan bahwa keberhasilan hari ini tidak lepas dari intervensi tegas aparat.

“Kami mengapresiasi Kapolres Kampar beserta seluruh jajaran. Mereka hadir, memastikan keamanan, dan menegakkan aturan. Tanpa polisi, mungkin kami masih dikejar-kejar preman,” ujarnya.

Lahan 1.070 Ha Kembali ke Rakyat

Dengan terkendalinya situasi di lapangan, kelompok tani kini memulai pekerjaan perawatan kebun, memetakan blok, serta menata kembali manajemen pekerja tanpa adanya pemecatan.

Ketua kelompok tani, Ahmad Yanis, menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar soal penguasaan lahan.

“Ini soal martabat rakyat Kampar. Bertahun-tahun kami hanya menonton orang lain merampas tanah negara. Hari ini sejarah berubah,” katanya.

Pesan Penutup: “Rakyat Tidak Akan Mundur Lagi”

Arul menegaskan bahwa kelompok tani kini berdiri di baris terdepan mendukung negara menertibkan mafia sawit.

“Kami tidak akan mundur lagi. Lahan ini sah milik negara, dan negara telah mengembalikannya kepada rakyat. Tugas kami sekarang menjaga amanah itu,” pungkasnya.***MDn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dibalik Profit Naik Tajam 90,3%, PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Diduga Anggaran Investasi Mengalir Pada Praktek Curang Proyek Cor Jalan

16 September 2026 - 17:25 WIB

PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Ratusan Juta Rupiah, Praktek Penggelapan Dana Gaji Karyawan Terstruktur dan Sistematis

16 September 2026 - 16:14 WIB

Gebrakan Rico Waas Tangkal Banjir Medan: Proyek 90 Hari Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Sementara

29 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Dinas SDABMBK Deli Serdang Kembali Lakukan Perbaikan Peningkatan Drainase Di Hamparan Perak

29 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

27 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Trending di Berita