Menu

Mode Gelap
Dibalik Profit Naik Tajam 90,3%, PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Diduga Anggaran Investasi Mengalir Pada Praktek Curang Proyek Cor Jalan PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Ratusan Juta Rupiah, Praktek Penggelapan Dana Gaji Karyawan Terstruktur dan Sistematis Gebrakan Rico Waas Tangkal Banjir Medan: Proyek 90 Hari Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Sementara Dinas SDABMBK Deli Serdang Kembali Lakukan Perbaikan Peningkatan Drainase Di Hamparan Perak Presiden Prabowo Bertolak ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama Tinjau Korban Gempa Nagekeo, Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal

Berita

Transparansi Keuangan Hotel Aryaduta Pekanbaru Disoroti DPRD Riau

badge-check

Transparansi Keuangan Hotel Aryaduta Pekanbaru Disoroti DPRD Riau Perbesar

PEKANBARU – KORAN-PRABOWO.COM

Komisi III DPRD Provinsi Riau mengadakan rapat kerja terkait kerjasama Build Operate Transfer (BOT) dalam pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru, di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Riau, Rabu (8/1/2025).

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri, didampingi Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Riau Eva Yuliana, serta Anggota III DPRD Provinsi Riau, yaitu Sofyan, Diski, Imustiar, dan Abdullah.

Hadir dalam rapat kerja ini, General Manajer Hotel Aryaduta Pekanbaru Dhani Harry P beserta jajarannya, serta Plt. Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Riau Mohd. Firdaus beserta jajarannya.

Dalam pembahasan, disoroti PAD yang diserahkan oleh Hotel Aryaduta yang dibawahi oleh Lippo Group ke kas Pemerintah Provinsi Riau hanya sejumlah 200 juta, sedangkan tercatat omset sepanjang tahun 2024 mencapai 35 Miliar.

Menanggapi hal ini, GM Aryaduta General Manajer Hotel Aryaduta Pekanbaru Dhani Harry P mengaku tidak memiliki wewenang untuk menjelaskan lebih detail.

“Kami yakin perusahaan ini (Lippo Group) memiliki transparansi dalam hal manajemen keuangan. Kami juga menggunakan eksternal audit. Tanggungjawab kami hanya operasional saja, bisa diminta langsung pada Lippo Group. Kami terus berfokus pada apa yang menjadi concern tamu, dengan properti yang sudah berumur, sangat challenging buat kami. Kami akan terus memperbaiki apa yang bisa kami kerjakan,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah berharap mengenai kontrak kerjasama yang akan habis, Pemerintah Provinsi Riau harus melibatkan anggota legislatif dalam mengambil keputusan.

“Evaluasi selama 30 tahun berjalan, kami minta data auditnya nanti sebagai bagian kita, melihat masa depannya seperti apa. Jangan pemprov putuskan sendiri, libatkan kami DPRD,” tutupnya.

 

Humas DPRD Provinsi Riau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dibalik Profit Naik Tajam 90,3%, PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Diduga Anggaran Investasi Mengalir Pada Praktek Curang Proyek Cor Jalan

16 September 2026 - 17:25 WIB

PTPN IV PalmCo Terindikasi Merugi Ratusan Juta Rupiah, Praktek Penggelapan Dana Gaji Karyawan Terstruktur dan Sistematis

16 September 2026 - 16:14 WIB

Gebrakan Rico Waas Tangkal Banjir Medan: Proyek 90 Hari Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Sementara

29 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Dinas SDABMBK Deli Serdang Kembali Lakukan Perbaikan Peningkatan Drainase Di Hamparan Perak

29 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

27 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Trending di Berita